Unit Penunjang

UPT. Asrama

Tugas :

  • Memberikan pelayanan akomodasi bagi mahasiswa
  • Membantu pembinaan mahasiswa.

Fungsi :

  • Penyediaan dan pengelolaan asrama.
  • Pemberian layanan dan pendayagunaan asrama.
  • Pemeliharaan asrama.
  • pengembangan unit asrama.
  • Pelaksanaan urusan tata usaha unit asrama.
  • Melakukan koordinasi dengan Sub asrama di masing-masing Jurusan

UPT. Komputer

Unit Komputer mempunyai tugas mengumpulkan, mengolah, menyajikan dan menyimpan data dan informasi serta memberikan layanan untuk program-program pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Fungsi :

  • Pengumpulan dan pengolahan data informasi.
  • Penyajian dan penyimpanan data dan informasi.
  • Pemberian layanan dan pendayagunaan komputer
  • Pengembangan teknologi informasi
  • Pelaksanaan urusan tata usaha Komputerisasi
  • Melakukan koordinasi dengan Sub Unit Komputer di masing-masing Jurusan

UPT. Laboratorium

Unit Laboratorium mempunyai tugas memberikan layanan bahan dan peralatan laboratorium untuk keperluan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Fungsi :

  • Perencanaan, Penyediaan dan pengolahan bahan laboratorium.
  • Pemberian layanan dan pendayagunaan bahan & peralatan laboratorium.
  • Pemeliharaan bahan dan peralatan laboratorium.
  • Pelaksanaan urusan tata usaha laboratorium
  • Pengembangan laboratorium
  • Melakukan koordinasi dengan Sub Unit Laboratorium di masing-masing jurusan

UPT. Bengkel dan Pemeliharaan Sarana

Unit Bengkel Kerja.

Unit bengkel kerja mempunyai tugas melayani praktek kerja mahasiswa dan atau memproduksi berbagai jenis barang/jasa sesuai dengan jurusan yang ada di Poltekkes Depkes Pontianak.

Fungsi :

  • Menyediakan bahan dan peralatan bengkel kerja
  • Memberikan layanan dan pendayagunaan bahan dan peralatan bengkel kerja
  • Produksi barang dan jasa
  • Pelaksanaan urusan tata usaha bengkel kerja.
  • Melakukan koordinasi dengan Sub Unit bengkel kerja di masing-masing Jurusan.

Unit Pemeliharaan dan Perbaikan Sarana

Unit Pemeliharaan dan Perbaikan mempunyai tugas melaksanakan pemeliharaan dan perbaikan terhadap sarana penunjang dilingkungan Poltekkes Kesehatan Depkes Pontianak.

Fungsi :

  • Pelaksanaan perbaikan sarana.
  • Pelaksanaan pemeliharaan sarana.
  • Pelaksanaan layanan perbaikan dan pemeliharaan sarana
  • Pelaksanaan urusan tata usaha Unit Pemeliharaan dan Perbaikan.
  • Melakukan koordinasi dengan Sub pemeliharaan dan perbaikan kerja di masing-masing Jurusan.

UPT. Penjaminan Mutu

UNIT PENJAMINAN MUTU POLTEKKES DEPKES PONTIANAK
(Berdasarkan KepMenKes RI No. 02.03/I/0344.1, tgl 1 juli 2008)

I. KEDUDUKAN

Unit Penjaminan Mutu adalah unit penunjang teknis dibidang penjaminan mutu yang berada dibawah dan bertanggung jawab langsung kepada Direktur. Secara teknis fungsional dibina oleh Pudir I melalui koordinasi dengan Kajur.

II. TUGAS DAN FUNGSI

Tugas dan Fungsi Unit Penjaminan Mutu adalah sebagai berikut :
a. Tugas :

Unit Penjaminan Mutu mempunyai tugas melakukan Penjaminan Mutu Pendidikan secara bertahap, sistematis dan terencana dalam suatu Program Penjaminan Mutu yang memiliki target dalam kerangka waktu yang jelas

b. Fungsi :

  • Perencana dan pelaksana Sistem Penjaminan Mutu ( SPM ) akademik secara keseluruhan di Poltekes.
  • Penyusun perangkat dokumen ( kebijakan akademik, dokumen mutu, dokumen akademik ) yang diperlukan dalam rangka pelaksanaan SPM akademik.
  • Pegembang sistem informasi Penjaminan Mutu akademik.
  • Pelaksana monitoring SPM akademik.
  • Pelaksana audit mutu akademik internal dan evaluasi pelaksanaan SPM akademik.
  • Penyusun laporan secara berkala pelaksanaan SPM akademik.
  • Koordinasi dengan Sub Unit Penjaminan Mutu dimasing– masing jurusan.

III. URAIAN TUGAS

Untuk melaksanakan tugas dan fungsi tersebut di atas maka dijabarkan tugas dan fungsi tersebut dalam bentuk uraian tugas sebagai berikut :

  • Merencanakan pelaksanaan SPM akademik secara keseluruhan di Poltekes.
  • Merencanakan pelatihan SPM – PT terhadap pejabat terkait di lingkungan Poltekes.
  • Menyusun perangkat dokumen ( kebijakan Akademik,  dokumen Mutu, dokumen Akademik ) yang diperlukan dalam rangka pelaksanaan SPM akademik.
  • Mensosialisasikan SPM kepada unit terkait di lingkungan Poltekes.
  • Memimpin proses pelaksanaan SPM akademik secara keseluruhan di lingkungan Poltekes.
  • Menentukan kebijakan dan langkah – langkah operasional untuk kelancaran implementasi SPM di lingkungan Poltekes.
  • Mengajukan permohonan kepada Direktur untuk menentukan kebijakan struktural yang berkaitan implementasi SPM di lingkungan Poltekes.
  • Melakukan monitoring dan evaluasi ke semua unit di lingkungan Poltekes terkait dengan implementasi SPM.
  • Mengajukan usulan perbaikan kepada Direktur jika terdapat proses pelaksanaan manajemen yang tidak sesuai dengan implementasi SPM.
  • Melaksanakan audit mutu akademik internal dan mengevaluasi pelaksanaan SPM akademik.
  • Memberi masukan kepada Direktur tentang kinerja SPM yang berjalan.
  • Melaporkan kepada Direktur tentang peyimpangan pelaksanaan SPM yang terjadi di lingkungan Poltekes.
  • Melakukan koordinasi dengan Sub Unit Penjaminan Mutu di masing – massing jurusan.
  • Mewakili manajemen dalam hal berhubungan dengan badan sertifikasi.
  • Menyusun laporan secara berkala terkait dengan pelaksanaan SPM akademik di lingkungan Poltekes.

IV. KOMUNIKASI INTERNAL :

  • Direktur.
  • Pembantu Direktur.
  • Ketua jurusan./ Ka. Prodi.
  • Ka. Sub. Bag. ADAK.
  • Ka. Sub. Bag. ADUM.
  • Para Ka. Unit.
  • Para Ka. Sub Unit.

V. INDIKATOR KINERJA :

  • Terlaksananya SPM Akademik secara keseluruhan di lingkungan Poltekes dengan baik.
  • Tersedianya perangkat dokumen ( kebijakan akademik, dokumen mutu dan dokumen akademik ) yang diperlukan dalam rangka pelaksanaan SPM Akademik.
  • Semua perencanaan kegiatan yang berhubungan dengan implementasi SPM berjalan sesuai waktu yang direncanakan.
  • Adanya laporan secara berkala pelaksanaan SPM Akademik.
  • Terlaksananya audit Mutu Akademik internal, monitoring dan evaluasi pelaksanaan SPM Akademik.
  • Terlaksananya continous improvement berjalan dengan baik, ditandai dengan tidak adanya temuan hasil audit yang berulang.
  • Semua kegiatan perbaikan dilaksanakan sesuai dengan rencana.
  • Adanya respon positif dari stakeholder.